Lalat rumah, salahsatu serangga vektor penyakit di sekitar kita

Catatan: Video courtesy Program Si OTAN Trans7, kerjasama dengan Lab. Entomologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Lalat rumah, Musca domestica, merupakah salahsatu serangga di sekitar rumah yang berpotensi menjadi vektor berbagai penyakit. Serangga ini termasuk dalam Ordo Diptera (memiliki dua pasang sayap, sayap posterior termodifikasi menjadi halter untuk keseimbangan). Serangga ini secara alamiah menyukai tempat-tempat kotor sebagai habitatnya untuk berkembangbiak dan makan, terutama tempat yang kaya akan bahan organik padat dan lembab. read more

Kutu putih Mealybugs serangga hama di sekitar kita

Catatan: video courtesy Program Si OTAN Trans7, kerjasama dengan Lab. Entomologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Kutu putih mealybug (Anggota Familia Pseudococcidae) merupakan serangga yang berpotensi menjadi hama pada berbagai tanaman, baik tanaman produksi (buah, sayur, palem-paleman) dan tanaman hias. Serangga ini dicirikan dengan permukaan tubuh yang dilapisi lapisan lilin yang bersifat anti air dan berfungsi sebagai pelindung dari predator.  Tanaman yang terserang kutu putih biasanya mengalami pertumbuhan yang abnormal (daun menguning, keriting dan mengering), batang terkadang mengalami distorsi. Apabila menyerang buah, buah menjadi distorsi, kering, dan rasa menjadi hambar. read more

Pengaruh asam metil jasmonat pada padi cempoireng dan resistensi wereng coklat

Penulis: Ida Rahmawati (Thesis Prodi S2 Biologi)

Pembimbing: Dr. Kumala Dewi, MSc.St. 
Padi merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Hampir 90% penduduk Asia menanam padi dan mengkonsumsi beras (Khus and Brar, 2002). Di Indonesia, padi atau beras merupakan sumber makanan utama bagi masyarakat. Konsumsi rata-rata beras pada tahun 2013 adalah 85,514 kg per Kapita per tahun dengan jumlah produksi sebesar 71279709,00 ton dari luas panen 13835252,00 hektar. Hal tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan beras bagi penduduk indonesia yang pada tahun 2000-2010 mencapai angka 1,49 juta jiwa (Anonymous, 2013). read more

KARAKTERISTIK TEMPAT BERKEMBANG BIAK NYAMUK DAN STATUS RESISTENSI LARVA Anopheles DI DESA HARGOWILIS, KOKAP, DAN DESA WIJIMULYO, NANGGULAN, KULON PROGO, D.I.YOGYAKARTA

Penulis: Lisa Rusmalina

Pembimbing: Drs. Soenarwan Hery Poerwanto, M. Kes.

Laboratorium   Sistematika Hewan Sub Bagian Parasitologi Fakultas Biologi UGM

Malaria merupakan penyakit endemis di Indonesia. Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu wilayah endemis malaria yang perlu mendapat perhatian khusus. Pengendalian malaria dapat dilakukan dengan pemberantasan vektor dan pengendalian populasi nyamuk dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida dalam jangka waktu lama dan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi nyamuk Anopheles. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik tempat berkembang biak nyamuk, identifikasi jenis nyamuk di Kabupaten Kulon Progo dan mempelajari status resistensi larva nyamuk Anopheles. Penelitian berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2012 di daerah endemik malaria yaitu Kelurahan Hargowilis, Kecamatan Kokap dan daerah bebas malaria di Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei atau metode jelajah ke tempat yang diduga potensial sebagai tempat berkembang biak larva nyamuk dan mengukur parameter lingkungan beserta deskripsi lokasi. Larva yang ditemukan dikoleksi dan dibesarkan di laboratorium untuk diidentifikasi dan diuji resistensi terhadap insektisida organofosfat menggunakan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva Anopheles positif ditemukan di 6 dari 13 dusun di Desa Hargowilis. Larva Anopheles tidak ditemukan di Desa Wijimulyo, namun ditemukan larva Culex dan Aedes. Tempat berkembang biak nyamuk Anopheles di Desa Hargowilis yaitu tempat dengan substrat berupa tanah dan batu, airnya tergenang berwarna jernih dan keruh dan mendapat sinar matahari cukup. Larva Culex dan Aedes juga ditemukan pada tempat perkembangbiakan Anopheles. Jenis Anopheles yang ditemukan adalah Anopheles maculatus dan Anopheles leucosphyrus. Uji resistensi menunjukkan bahwa status resistensi larva Anopheles di Dusun Sremo Lor, Dusun Clapar II,  Dusun Soka, Dusun Klepu, dan Dusun Sidowayah masih rentan sedangkan Dusun Tegiri II berstatus resiten sedang. read more

MONITORING POPULASI HAMA WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.) dan WERENG HIJAU (Nephotettix spp.) SERTA HAMA TANAMAN PADI LAINNYA BERSAMA DINAS PERTANIAN KABUPATEN KLATEN DI AREA PERSAWAHAN UPTD IV KABUPATEN KLATEN

Penulis: Teo Sukoco

Pembimbing: Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.S. 

Pembimbing Lapangan: Prayogo, SP. Krisdiyanto Aribowo, dan Romdhoni

Hama wereng merupakan hama utama tanaman padi dan tersebar luas di dunia. Di Indonesia populasi wereng sering ditemukan dalam jumlah yang tinggi yang dapat mengakibatkan keringnya tanaman padi atau disebut “hopperburn”. Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah untuk mempelajari metode monitoring kemelimpahan populasi wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stal.) dan wereng batang hijau (Nephotettix spp.), serta OPT tanaman padi lainnya di area persawahan UPTD IV Kabupaten Klaten dan dampak yang ditimbulkan dari adanya OPT tersebut. Metode Pengamatan OPT yang digunakan adalah metode pengamatan secara langsung yang meliputi metode pengamatan tetap yang dilakukan secara berkala pada petak tetap (mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan) serta pengamatan keliling untuk mengetahui perubahan kepadatan populasi OPT dan musuh alami serta intensitas serangan. Setelah itu dilakukan penilaian dan pelaporan kerusakan. Dari hasil monitoring menunjukkan telah terjadi ledakan Wereng Batang Coklat di Kabupaten Klaten yang meliputi Kecamatan Gantiwarno, Wedi dan Jogonalan. Wereng batang coklat dapat menyebabkan daun berubah menjadi berwarna kuning oranye sebelum menjadi coklat dan mati. Dalam keadaan populasi wereng yang tinggi dan varietas yang ditanam rentan wereng batang coklat dapat mengakibatkan tanaman seperti terbakar atau “hopperburn”. Wereng batang hijau dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput yang sangat merusak Metode monitoring dan pengendalian Wereng Batang Coklat, wereng batang hijau serta OPT lainnya dari Dinas Pertanian selama ini kurang efektif karena setiap satu kecamatan hanya di awasi oleh satu orang petugas dari Dinas Pertanian. Alangkah baiknya jika petugas lapangan ditambah sehingga mempermudah dalam memonitoring persebaran wereng. read more