Mari mengenal keragaman serangga vektor penyakit di sekitar kita

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Serangga vektor adalah serangga yang dapat berperan sebagai agen yang menularkan suatu penyakit dari individu yang sakit ke individu yang sehat. Serangga vektor dapat dikelompokkan berdasarkan target inangnya, yaitu vektor penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

A. Vektor penyakit tumbuhan

Beberapa serangga yang berperan sebagai vektor penyakit yaitu:

  1. Ordo Homoptera, misal: wereng coklat (Nilaparvata, anggota Familia Delphacidae) vektor penyakit virus pada tanaman padi; kutu kebul (Bemisia, anggota Familia Aleyrodidae) vektor penyakit virus pada tanaman tembakau, tomat, terung, cabai, kacang-kacangan, dll; green planthopper (Siphanta acuta, anggota Familia Flatidae); Paracoccus burnerae (Planococcidae) vektor penyakit virus pada tanaman pisang (Muturi et al. 2013); Cacopsylla melanoneura (Psyllidae) vektor fitoplasma tanaman apel (Tedeschi and Alma 2004); wereng hijau (Nephotettix, anggota Familia Cicadellidae) vektor penyakit tungro pada tanaman padi;  Aphid beberapa anggota dari Familia Aphidoidae merupakan vektor tidak kurang dari 250 virus penyakit berbagai tanaman pangan seperti virus mozaik, ring spot, virus penyebab tanaman kerdil (bacaan lebih lanjut dapat diperoleh di https://projects.ncsu.edu/cals/course/ent425/text18/plantvectors.html); mealybugs (Familia Pseudococcidae) vektor penyakit virus pada kakao;  dan beberapa anggota Familia Fulgoroidae .
  2. Ordo Coleoptera: kumbang Ambrosia, Ambrosia Beetle (Coleoptera: Scolytinae) vektor penyakit jamur fusarium pada berbagai tanaman pangan seperti Scolytus (kumbang perusak kayu); beberapa anggota Familia Scolytidae and Nitidulidae sebagai vektor penyakit jamur Phytophthora; kumbang daun anggota Familia Chrysomelidae seperti kumbang kutu kentang (Epitrix cucumeris) sebagai vektor Actinomyces scabies umbi kentang, kumbang kutu jagung (Chaetocnema pulicaria) dan penggerek akar jagung (Diabrotica) yang merupakan vektor Bacterium stewarti; dan Conotrachelus (anggota Familia Curculionidae) 
  3. Ordo Diptera, misal lalat buah (Bactrocera spp., anggota Familia Tephritidae) merupakan vektor penyakit jamur Pseudomonas pada berbagai macam buah, ulat kobis Delia radicum (anggota Familia Anthomyiidae) yang merupakan vektor jamur Phoma pada tanaman kobis; dan beberapa penggerek daun dari Familia Agromyzidae yang merupakan vektor virus mozaik pada berbagai tanaman buah dan sayur.
  4. Ordo Hemiptera, misal walang sangit (Leptocorisa oratoria, anggota Familia Alydidae); True bugs anggota Familia Piesmatidae vektor virus yang menyebabkan daun keriting.
  5. Ordo Thysanoptera, misal tritip (beberapa anggota dari Familia Thripidae) merupakan vektor jamur, bakteri dan virus penyebab penyakit pada berbagai tanaman pangan.
  6. Ordo Hymenoptera, misal semut (beberapa anggota Familia Formicidae) yang berasosiasi dengan hama Homoptera. Beberapa Homoptera seperti mealy bugs dan aphid dipindahkan oleh semut dari satu tanaman ke tanaman yang lain. Dalam asosiasi ini semut memperoleh keuntungan dengan mendapatkan “madu” yang disekresikan oleh Homoptera, sedangkan Homoptera mendapatkan perlindungan dan terbantu dalam persebarannya.

B. Vektor penyakit pada hewan dan atau manusia

Serangga yang berperan sebagai vektor penyakit pada hewan dan manusia yang diketahui hingga saat ini terdiri dari tiga ordo yaitu Siphonaptera, Phthiraptera, dan Diptera. Di antara ketiga ordo ini, yang paling dominan adalah Diptera.

  1. Ordo Siphonaptera: penyakit Rickettsia seperti  demam typus dan perdarahan pada area gigitan serangga
  2. Ordo Phthiraptera: vektor penyakit pes pada manusia dan tikus
  3. Ordo Diptera: serangga bersayap sepasang

a. nyamuk penggigit (Culicoides anggota dari Familia Ceratopogonidae) sebagai vektor Orbivirus penyebab penyakit demam, gangguan paru-paru, jantung dan membran mukosa pada kuda. Serangga ini juga merupakan vektor Orbivirus penyakit “lidah biru” pada ternak domba yang menyebabkan domba demam, kepala dan lidah bengkak.

b. nyamuk, berbagai spesies dalam Genus Anopheles, Aedes, Mansonia, dan Culex (anggota dari Familia Culicidae) merupakan serangga vektor berbagai penyakit pada manusia seperti demam berdarah, malaria, kaki gajah/ filariasis,chikungunya dll.

c. Lalat Tsetse (Genus Glossina anggota dari Familia Glossinidae) merupakan vektor protozoa Trypanosoma brucei penyebab penyakit tidur, yaitu penyakit yang menyebabkan demam, radang sendi, pembengkakan kelenjar limfa dan susah tidur pada penderitanya.

d. Agas (sandfly) merupakan serangga dari Familia Tabanidae, Ceratopogonidae, dan Psychodidae merupakan vektor protozoa Leishmania penyebab penyakit Leishmaniasis yang menyebabkan kerusakan organ hati, limpa, dan juga anemia.

4. Ordo Hemiptera, misal: serangga pembunuh dari Familia Triatominae merupakan vektor Trypanosoma cruzi penyebab penyakit Chagas yang mengakibatkan pembengkakan kronis organ jantung dan otak; kutu busuk (Cimex anggota dari Familia Cimicidae) yang dapat berperan sebagai vektor penyakit typus dan juga anemia.

 

Pustaka

Muturi, S.M., Wachira, F.N., Karanja, L.S., Wambulwa, M.C. and Macharia, E., 2013. Paracoccus burnerae (Homoptera; Planococcidae) as a vector of banana streak virus. Journal of Experimental Biology1, p.5.

Tedeschi, R. and Alma, A., 2004. Transmission of apple proliferation phytoplasma by Cacopsylla melanoneura (Homoptera: Psyllidae). Journal of Economic Entomology97(1), pp.8-13.

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_diseases_caused_by_insects

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.