Apakah pengendalian hama yang dilakukan telah efektif? Serangga vektor penyakit tanaman tembakau

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Wilayah Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah merupakan salahsatu sentra produksi tembakau di Indonesia. Sejak beberapa dasa warsa lalu, daerah ini menjadi pusat perkebunan tembakau, dan sentra produksi tembakau “rajangan”. Masih banyak petani yang menggantungkan lahan sawahnya untuk ditanami tembakau pada musim kemarau. Namun sayangnya, penanaman tembakau tidak dilakukan secara serentak sehingga dalam beberapa lahan yang berdekatan, rentang umur tanaman tembakau yang ditanam terlalu lama. Ada lahan yang hampir siap mulai dipanen, namun ada juga lahan yang baru saja mulai ditanam.

Praktek tanam yang tidak serempak dapat berimbas negatif, terutama pada populasi serangga hama. Praktek pengendalian hama di Indonesia masih sangat mengandalkan insektisida sintetis. Terkadang pengaplikasian insektisida belum dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup tentang cara aplikasi yang tepat, waktu aplikasi yang tepat, dan penggunaan jenis insektisida yang tepat untuk hama tertentu.

Berikut tata cara aplikasi yang tepat untuk insektisida:

  1. Pilihlah insektisida yang mempunyai bahan aktif yang efektif untuk mengendalikan serangga hama. Untuk memilih insektisida ini petani harus mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi jenis hama secara benar. Jangan sampai keliru mengenali jenis hamanya, sehingga dapat berdampak pada pemilihan jenis insektisida yang tidak tepat.
  2. Aplikasikan pestisida dengan mengenakan atribut pengaman (seperti masker, sarung tangan, kacamata, dll), dan diaplikasikan dimulai dengan searah aliran angin.
  3. Insektisida diaplikan dengan dosis tepat, dan diaplikasikan pada sore hari untuk menghindari degradasi insektisida oleh matahari.
  4. Insektisida diaplikasikan pada bagian tanaman secara tepat tergantung dari letak dan perilaku hama serangga. Misalnya: untuk hama kutu daun maka aplikasikan insektisida pada permukaan bawah daun, untuk Helicoverpa maka diaplikasikan pada bagian pucuk tanaman.
  5. Hilangkan gulma di sekitar tanaman sehingga tidak digunakan sebagai tempat perlindungan hama.

Hama utama tanaman tembakau yang dapat ditemukan antara lain: ulat grayak (Spodoptera litura), ulat tembakau (Helicoverpa assulta), dan kutu daun (Myzus persicae). Untuk aplikasi insektisida pengendalian ulat grayak dan ulat tembakau dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan insektisida pada pucuk tanaman dan permukaan daun, sedangkan untuk kutu daun semprotlah permukaan bawah daun.

Ulat grayak dicirikan dengan adanya pita hitam pada bagian thoraks dan garis longitudinal pada dorsal tubuh ulat. Telur dan ulat yang baru menetas biasanya terletak di bagian bawah permukaan daun. Telur kecil memakan mesofil daun, sehingga kerusakannya dapat dikenali dengan adanya bagian daun yang menjadi transparan. Sedangkan pada fase ulat besar, ulat memakan daun biasanya dari daerah tepi daun. Sedangkan ulat tembakau umumnya ditemukan memakan daun tembakau yang masih muda atau bagian pucuk tanaman.

Lalu bagaimana dengan kutu daun? Kutu daun (Myzus) merupakan salahsatu serangga dari keluarga Aphididae. Serangga ini memiliki tipe alat mulut penusuk penghisap dan biasanya ditemukan pada permukaan bawah daun. Hama ini memiliki kemampuan bereproduksi secara partenogenesis dan secara seksual. Sehingga tanpa adanya  pejantan, induk betina masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan. Hal ini menyebabkan tidak jarang populasi kutu daun mempunyai populasi yang tinggi, terutama di daerah yang sering menggunakan insektisida sintetis.

Mengapa populasi kutu daun sangat tinggi? Aplikasi insektisida yang terus menerus dan tidak tepat dapat menyebabkan kutu daun menjadi resisten (kebal) terhadap insektisida. Oleh karenanya penggunaan insektisida menjadi tidak efektif.

Kutu daun yang berlebih dapat menyebabkan tanaman tembakau menjadi tumbuh kerdil dan sering terinfeksi penyakit virus mozaik (TMV). Adanya penyakit ini ditandai dengan adanya bercak kuning pada daun, tanaman menjadi kerdil.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.