Serangga vektor penyakit virus pada tanaman terung-terungan di Yogyakarta

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Tanaman terung-terungan (Solanaceae)  merupakan komoditi pertanian yang biasanya ditanam pada musim kemarau. Umumnya tanaman sayuran ini ditanam sebagai tanaman selingan tumpang sari atau sebagai komoditi utama. Pada musim kering, tanaman ini sering ditemukan memiliki daun yang kuning, kerdil, bunga dan buah mudah rontok. Tidak jarang pula tanaman menjadi keriting dan tumbuh tidak normal sehingga hasil panen menurun atau bahkan gagal panen. Penyakit daun kuning, daun keriting, dan tanaman kerdil ini disebabkan oleh infeksi virus mozaik dan virus gemini.

Virus ditularkan dari tanaman sakit ke tanaman yang sehat oleh beberapa serangga, yaitu:

  1. Kutu kebul (Bemisia tabaci). Serangga dari Ordo Homoptera ini biasanya hidup pada permukaan bawah daun, berwarna putih. Serangga ini memiliki tipe alat mulut penusuk penghisap dan menghisap cairan (plant sap) daun. Pada stadium awal, daun memiliki bercak kering karena cairan tanaman dihisap. Pada tingkat infestasi yang tinggi, daun dapat menjadi warna kuning.
  2. Thrips (Thripitidae). Serangga ini digolongkan dalam Ordo Thysanoptera. Stadium dewasa berkuran kecil dan dicirikan dengan dua pasang sayap yang berambut. Serangga ini juga memiliki tipe alat mulut penusuk penghisap dan menghisap cairan (plant sap) daun. Pada stadium awal, biasanya ditemukan pada daun yang masih muda atau masih kuncup. Kerusakan ringan dicirikan dengan daun yang memiliki bercak kering karena cairan tanaman dihisap.
  3. Aphid (Aphididae). Serangga ini juga dimasukkan dalam Ordo Homoptera. Biasanya hidup pada permukaan bawah daun, berwarna putih. Serangga ini memiliki tipe alat mulut penusuk penghisap dan menghisap cairan (plant sap) daun. Pada stadium awal, daun memiliki bercak kering karena cairan tanaman dihisap. Pada tingkat infestasi yang tinggi, daun dapat menjadi warna kuning.

Untuk mengurangi resiko kerusakan oleh serangga vektor, pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang tepat pada bagian pucuk tanaman dan permukaan daun bagian bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.