Apakah pengendalian hama yang dilakukan telah efektif? Serangga vektor penyakit tanaman tembakau

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Wilayah Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah merupakan salahsatu sentra produksi tembakau di Indonesia. Sejak beberapa dasa warsa lalu, daerah ini menjadi pusat perkebunan tembakau, dan sentra produksi tembakau “rajangan”. Masih banyak petani yang menggantungkan lahan sawahnya untuk ditanami tembakau pada musim kemarau. Namun sayangnya, penanaman tembakau tidak dilakukan secara serentak sehingga dalam beberapa lahan yang berdekatan, rentang umur tanaman tembakau yang ditanam terlalu lama. Ada lahan yang hampir siap mulai dipanen, namun ada juga lahan yang baru saja mulai ditanam. read more

POTENSI LARVA PREDATOR, Toxorhinchites spelndens (DIPTERA: CULICIDAE), SEBAGAI PENGENDALI NYAMUK VEKTOR PENYAKIT Culex, Anopheles, dan Aedes

Penulis: RC Hidayat Soesilohadi

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Gambar Toxorhynchites splendens dewasa (kiri) dan stadium larva (kanan) yang merupakan nyamuk predator terhadap jenis nyamuk lain (Gambar diperoleh dari ulpnet.com)

Toxorhynchites splendens dimasukkan ke dalam Ordo Diptera dan Familia Culicidae, dikenal dengan nama umum nyamuk toxor. Klasifikasi toxor adalah:

Domain                         : Eukaria

Kingdom                       : Animalia

Phylum                         :  Arthropoda read more

Usaha pengendalian nyamuk vektor demam berdarah, Aedes aegypti dengan pengembangan riset fusan bakteri entomopatogen

Penulis artikel: Siti Sumarmi 1, S. Margino 2, S.J. Mardihusodo

  1. Fakultas Biologi UGM.
  2. Pusat Studi Pengendalian Hayati/Fakultas Pertanian, UGM
  3. Pusat Studi Pengendalian Hayati./Fakultas Kedokteran, UGM

Penggunaan insektisida kimiawi dalam waktu yang lama  untuk pengendali nyamuk vektor penyakit telah terbukti menimbulkan banyak masalah di lingkungan. Kenyataan ini telah mengubah pikiran banyak pakar dan penanggungjawab pembuat kebijakan untuk mencari pilihan diantara banyak metode pengendalian yang  lebih spesifik, dan lebih aman, seperti cara sanitasi lingkungan, pemanfaatan agensia hayati, rekayasa genetik secara terpadu,

Pada dua dasa warsa terakhir salah satu pilihan yang mendapat perhatian adalah cara pengendalian vektor penyakit menggunakan agensia hayati yang bertindak sebagai penyakit serangga. Salah satu jenis bakteri penyebab penyakit serangga terutama anggota ordo Diptera adalah   Bacillus. thuringiensis  var. israelensis (Bti) H-14 yang telah  banyak dimanfaatkan di bidang kesehatan. read more

Mari mengenal keragaman serangga vektor penyakit di sekitar kita

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Serangga vektor adalah serangga yang dapat berperan sebagai agen yang menularkan suatu penyakit dari individu yang sakit ke individu yang sehat. Serangga vektor dapat dikelompokkan berdasarkan target inangnya, yaitu vektor penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

A. Vektor penyakit tumbuhan

Beberapa serangga yang berperan sebagai vektor penyakit yaitu:

  1. Ordo Homoptera, misal: wereng coklat (Nilaparvata, anggota Familia Delphacidae) vektor penyakit virus pada tanaman padi; kutu kebul (Bemisia, anggota Familia Aleyrodidae) vektor penyakit virus pada tanaman tembakau, tomat, terung, cabai, kacang-kacangan, dll; green planthopper (Siphanta acuta, anggota Familia Flatidae); Paracoccus burnerae (Planococcidae) vektor penyakit virus pada tanaman pisang (Muturi et al. 2013); Cacopsylla melanoneura (Psyllidae) vektor fitoplasma tanaman apel (Tedeschi and Alma 2004); wereng hijau (Nephotettix, anggota Familia Cicadellidae) vektor penyakit tungro pada tanaman padi;  Aphid beberapa anggota dari Familia Aphidoidae merupakan vektor tidak kurang dari 250 virus penyakit berbagai tanaman pangan seperti virus mozaik, ring spot, virus penyebab tanaman kerdil (bacaan lebih lanjut dapat diperoleh di https://projects.ncsu.edu/cals/course/ent425/text18/plantvectors.html); mealybugs (Familia Pseudococcidae) vektor penyakit virus pada kakao;  dan beberapa anggota Familia Fulgoroidae .
  2. Ordo Coleoptera: kumbang Ambrosia, Ambrosia Beetle (Coleoptera: Scolytinae) vektor penyakit jamur fusarium pada berbagai tanaman pangan seperti Scolytus (kumbang perusak kayu); beberapa anggota Familia Scolytidae and Nitidulidae sebagai vektor penyakit jamur Phytophthora; kumbang daun anggota Familia Chrysomelidae seperti kumbang kutu kentang (Epitrix cucumeris) sebagai vektor Actinomyces scabies umbi kentang, kumbang kutu jagung (Chaetocnema pulicaria) dan penggerek akar jagung (Diabrotica) yang merupakan vektor Bacterium stewarti; dan Conotrachelus (anggota Familia Curculionidae) 
  3. Ordo Diptera, misal lalat buah (Bactrocera spp., anggota Familia Tephritidae) merupakan vektor penyakit jamur Pseudomonas pada berbagai macam buah, ulat kobis Delia radicum (anggota Familia Anthomyiidae) yang merupakan vektor jamur Phoma pada tanaman kobis; dan beberapa penggerek daun dari Familia Agromyzidae yang merupakan vektor virus mozaik pada berbagai tanaman buah dan sayur.
  4. Ordo Hemiptera, misal walang sangit (Leptocorisa oratoria, anggota Familia Alydidae); True bugs anggota Familia Piesmatidae vektor virus yang menyebabkan daun keriting.
  5. Ordo Thysanoptera, misal tritip (beberapa anggota dari Familia Thripidae) merupakan vektor jamur, bakteri dan virus penyebab penyakit pada berbagai tanaman pangan.
  6. Ordo Hymenoptera, misal semut (beberapa anggota Familia Formicidae) yang berasosiasi dengan hama Homoptera. Beberapa Homoptera seperti mealy bugs dan aphid dipindahkan oleh semut dari satu tanaman ke tanaman yang lain. Dalam asosiasi ini semut memperoleh keuntungan dengan mendapatkan “madu” yang disekresikan oleh Homoptera, sedangkan Homoptera mendapatkan perlindungan dan terbantu dalam persebarannya.

B. Vektor penyakit pada hewan dan atau manusia

Serangga yang berperan sebagai vektor penyakit pada hewan dan manusia yang diketahui hingga saat ini terdiri dari tiga ordo yaitu Siphonaptera, Phthiraptera, dan Diptera. Di antara ketiga ordo ini, yang paling dominan adalah Diptera. read more