Vektor pada Manusia

1.  KARAKTERISTIK TEMPAT BERKEMBANG BIAK NYAMUK DAN STATUS RESISTENSI LARVA Anopheles DI DESA HARGOWILIS, KOKAP, DAN DESA WIJIMULYO, NANGGULAN, KULON PROGO, D.I.YOGYAKARTA

Penulis: Lisa Rusmalina

Pembimbing: Drs. Soenarwan Hery Poerwanto, M. Kes.

Laboratorium   Sistematika Hewan Sub Bagian Parasitologi Fakultas Biologi UGM

Malaria merupakan penyakit endemis di Indonesia. Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu wilayah endemis malaria yang perlu mendapat perhatian khusus. Pengendalian malaria dapat dilakukan dengan pemberantasan vektor dan pengendalian populasi nyamuk dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida dalam jangka waktu lama dan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi nyamuk Anopheles. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik tempat berkembang biak nyamuk, identifikasi jenis nyamuk di Kabupaten Kulon Progo dan mempelajari status resistensi larva nyamuk Anopheles. Penelitian berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2012 di daerah endemik malaria yaitu Kelurahan Hargowilis, Kecamatan Kokap dan daerah bebas malaria di Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei atau metode jelajah ke tempat yang diduga potensial sebagai tempat berkembang biak larva nyamuk dan mengukur parameter lingkungan beserta deskripsi lokasi. Larva yang ditemukan dikoleksi dan dibesarkan di

2. Usaha pengendalian nyamuk vektor demam berdarah, Aedes aegypti dengan pengembangan riset fusan bakteri entomopatogen

Penulis artikel: Siti Sumarmi 1, S. Margino 2, S.J. Mardihusodo 3 

  1. Fakultas Biologi UGM.
  2. Pusat Studi Pengendalian Hayati/Fakultas Pertanian, UGM
  3. Pusat Studi Pengendalian Hayati./Fakultas Kedokteran, UGM

Penggunaan insektisida kimiawi dalam waktu yang lama  untuk pengendali nyamuk vektor penyakit telah terbukti menimbulkan banyak masalah di lingkungan. Kenyataan ini telah mengubah pikiran banyak pakar dan penanggungjawab pembuat kebijakan untuk mencari pilihan diantara banyak metode pengendalian yang  lebih spesifik, dan lebih aman, seperti cara sanitasi lingkungan, pemanfaatan agensia hayati, rekayasa genetik secara terpadu,

Pada dua dasa warsa terakhir salah satu pilihan yang mendapat perhatian adalah cara pengendalian vektor penyakit menggunakan agensia hayati yang bertindak sebagai penyakit serangga. Salah satu jenis bakteri penyebab penyakit serangga terutama anggota ordo Diptera adalah   Bacillus. thuringiensis  var. israelensis (Bti) H-14 yang telah  banyak dimanfaatkan di bidang kesehatan (more).

2. POTENSI LARVA PREDATOR, Toxorhinchites spelndens (DIPTERA: CULICIDAE), SEBAGAI PENGENDALI NYAMUK VEKTOR PENYAKIT Culex, Anopheles, dan Aedes

Penulis: RC Hidayat Soesilohadi

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Gambar Toxorhynchites splendens dewasa (kiri) dan stadium larva (kanan) yang merupakan nyamuk predator terhadap jenis nyamuk lain (Gambar diperoleh dari ulpnet.com) (more)